Amazon Online Store

Amazon Online Store

Cari Blog Ini

Toko Buku Online Terlengkap

About Me

Sabtu, 25 Agustus 2012

Ayam Kampung Pun Dilirik Industri

TROBOS, 01 June 2012




Keterlibatan swasta dalam pembibitan ayam kampung skala besar sudah menjadi tuntutan. Sandungan Perpres masih mengundang pertanyaan

Di atas lahan seluas 1,2 hektar di Kampung Bepak, Desa Tangkil, Kecamatan Caringin, Sukabumi itu berdiri kompleks peternakan pembibitan dengan 10 kandang battery yang dipenuhi tak kurang 17 ribu ayam kampung, dan sekitar 5 % diantaranya pejantan. Sebagai produsen DOC (anak ayam umur sehari) kompleks dilengkapi dengan hatchery (kamar penetasan) berkapasitas mesin 115.200 butir dan daya tetas 80 – 85 %.
Ayam-ayam indukan di kandang-kandang tersebut adalah hasil seleksi panjang yang dilakukan Kelompok Unggul Pusat Perbibitan Ayam Kampung (KUPPAK). Menurut penjelasan Sigit Widodo, Ketua KUPPAK, bersama Balai Penelitian Ternak (Balitnak) Ciawi, Bogor pihaknya melakukan riset sejak 2005. Dan produksi massal sebagai produsen DOC atau breeding untuk diperdagangkan terhitung mulai 2010.
Seleksi dilakukan dari ayam-ayam kampung unggul, antara lain ayam pelung, kedu, sentul dan terakhir gauk dari Madura. Belasan ribu ayam generasi ke-3 hasil seleksi itu kemudian ditahbiskan sebagai indukan (Parent Stock/PS) yang memproduksi telur tetas. Hasilnya, berupa DOC final stock yang dilepas ke peternak untuk dibesarkan sebagai pedaging.
Usaha pembibitan ayam kampung yang dikelola Sigit ini merupakan usaha dia dengan status kepemilikan bersama rekannya Tutum Rananta dan Kepraks (Kelompok Peternak Ayam Kampung Sukabumi). Ia mengaku, saat ini mampu menghasilkan 140 ribu DOC setiap bulannya atau 35 ribu per pekan. Angka ini masih jauh di bawah permintaan yang masuk. “Tiap bulan, permintaan yang datang mencapai 250 ribu DOC,” sebut Sigit.
Akhir tahun ini ia menargetkan peningkatan kapasitas produksi menjadi 200 ribu ekor DOC per bulan. Konsekuensinya, induk akan didongkrak menjadi 24 ribu ekor dan 1.200 ekor diantaranya adalah pejantan.
Selain itu, ia menargetkan, akhir tahun ini produksi DOC ayam sentul mencapai rasio 50 % dari total produksi, dan pertengahan 2013 produksinya 100 % DOC ayam sentul. Ia menjelaskan, saat ini produk yang dijual utamanya DOC ayam kampung biasa dan sebagian DOC ayam sentul. Terdapat 2 macam DOC ayam sentul yang dipasarkan, yaitu kombinasi warna abu – abu dan merah; serta kombinasi warna abu – abu dan putih.

Berburu Calon Induk
Jauh sebelum pembibitan yang dikelola Sigit berdiri, “Jimmy Farm” yang berlokasi di Cipanas Puncak, Bogor sudah dikenal luas peternak ayam kampung sebagai pemasok DOC. Dan diakui sebagai pionir produsen DOC ayam kampung berskala besar.
Menurut keterangan Benny Arifin, pemilik Jimmy Farm pihaknya mulai terjun di ayam kampung sejak 1998. Sebelumnya ia adalah pembibit DOC broiler yang gulung tikar karena dihantam badai krismon kala itu. Infrastruktur yang ada kemudian dikembangkan untuk memproduksi DOC ayam kampung.
Tetapi tak hanya jadi pemain di pembibitan, “Jimmy Farm” juga mengembangkan pembesaran. Disebut Yohan Kurniawan ManajerJimmy Farm, populasi indukan terkini adalah 14 ribu. “Total seluruh populasi 36 ribu termasuk pejantan, DOC dan pembesaran,” ujarnya. Dan produksi DOC di kisaran 18 ribu – 20 ribu ekor per pekan.
Menurut Benny, breeding ayam kampung tidak bisa satu jenis, mau tidak mau harus kawin silang agar tidak inbreeding. “Sumber ayam kampung bisa dari daerah Jawa, Sumatera atau Kalimantan,” sebutnya. Ia mensyaratkan pengusaha breeding harus tahu jenis dan kualitas ayam kampung calon bibitnya. Ia pun berburu ke daerah asal dan langsung ke peternak lokal. Benny tak mempersoalkan kemurnian ayam yang dicarinya. “Yang penting ayam kampung,” ucapnya. Kualitas ia mampu menilai dengan melihat fisiknya. Misalnya, bentuk dada V tidak U seperti broiler dan warna khas ayam kampung. Berbagai strain dari ayam kampung itu lah yang kemudian ia kawinkan silang.
Benny pun mengakui selain persoalan sulitnya mendapatkan bibit, usaha breeding skala besar menurut dia banyak tantangannya. Risiko tinggi, tidak bisa menyepelekan kualitas karena pertaruhannya terlalu besar, dan pasti perputaran bisnisnya (return of investment/ROI) tak secepat di segmen pembesaran.
Selengkapnya baca di majalah Trobos edisi Juni 2012
Sumber:www.trobos.com

Budididaya Entok (Itik Manila) Secara Alami

Gambar Entok Jantan ( Sumber Gambar: ardinan666 www.kaskus.co.id)

Wabah flu burung (Aves Influenza, AI), telah mengakibatkan kerugian yang luarbiasa di dunia perunggasan, dan juga mengancam keselamatan jiwa manusia. Tidak pernah ada bukti ilmiah bahwa flu burung, terutama virus H5N1, disebabkan oleh dampak peternakan unggas modern. Namun belajar dari kasus wabah penyakit sapi gila di Inggris, diduga ada korelasi antara pola peternakan unggas modern, dengan munculnya virus AI tipe baru. Sebab di Inggris, wabah sapi gila itu baru muncul, ketika limbah pemotongan domba, terutama tulangnya, digiling dan dicampurkan ke pakan sapi.
Tahun 1980an, dunia perunggasan di AS pernah dihebohkan oleh penggunaan hormon pertumbuhan pada ayam pedaging, yang dampak negatifnya muncul pada remaja AS. Remaja yang sejak kanak-kanak mengkonsumsi daging ayam yang diberi hormon, pada usia yang masih sangat belia, telah mengalami kematangan seksual. Sejak itu penggunaan hormon pada ayam pedaging dilarang. Di Eropa, pernah muncul gagasan untuk membuat sapi perah transgenik, dengan memasukkan gen manusia pada sapi perah. Maksudnya, agar kualitas hasil susunya setara dengan ASI. Gagasan ini segera mendapat tantangan yang sangat keras.
Secara normatif, memang tidak ada yang salah pada seluruh sistem agribisnis perunggasan. Namun antara yang normatif dengan praktek di lapangan sangat jauh berbeda. Seluruh sistem perunggasan modern yang normatif, sangat rawan untuk dibelokkan, demi mengejar keuntungan sebesar mungkin. Peternakan rakyat yang masih menggunakan pola alami, tidak pernah diberi peluang untuk berkembang. Salah satu unggas, yang berpeluang cukup baik untuk dikembangkan menjadi penghasil daging alternatif adalah entog, itik manila, atau itik serati. Unggas ini tidak mungkin dikembangkan sebagai penghasil telur sebagaimana itik biasa. Sebab putih telur pada etog, terksturnya liat dan keras.
# # #
Yang disebut itik manila (entok, itik serati), sebenarnya merupakan domenstifikasi dari dua spesies itik liar. Yang pertama itik liar species Cairina moschata, yang lazim disebut Muscovy Duck. Itik jinaknya yang sudah dipelihara, disebut Barbary Duck. Itik spesies ini berasal dari benua Amerika. Habitat aslinya tersebar mulai dari kawasan Amerika Selatan, Amerika Tengah, Kepulauan di Laut Karibia, sampai ke Amerika Serikat. Populasinya diduga sekitar 1.000.000 ekor. Domestifikasi Muscovy Duck, menghasilkan dua varian Barbary Duck. Pertama, yang masih mengikuti ciri-ciri fisik spesies liarnya, dengan ciri berbulu hitam dan bersayap putih. Itik jantannya berpial merah cerah. Kedua, yang 100% berbulu putih.
Itik manila Barbary Duck, masuk ke Indonesia karena dibawa oleh bangsa Portugis. Yang pertama-tama mengintroduksi Barbary Duck dari benua Amerika adalah bangsa Portugis. Mereka membawanya ke Manila (Filipina). Baru kemudian Belanda mengintroduksi itik ini ke Indonesia (Hindia Belada), dari Manila. Itulah sebabnya Barbary Duck populer dengan sebutan itik manila.  Sekarang Barbary Duck mudah kita jumpai di kampung-kampung, dipelihara bersamaan dengan ayam dan itik biasa (itik tegal, mojosari, magelang dan alabio), yang lazim disebut Indian Runner Duck. Itik manila Barbary Duck, bisa mencapai bobot 4 kg (jantan) dan 3 kg (betina). Itik manila Barbary Duck, populer sebagai unggas potong di Jawa dan Sumatera.
Selain Barbary Duck, dikenal pula itik manila White-winged Wood Duck, (Cairina scutulata). Ukuran tubuh itik manila ini, lebih kecil dibanding itik manila Barbary Duck. Bobot jantannya hanya 3 kg, sementara betinanya 2 kg. Itik manila White-winged Wood Duck, merupakan domestifikasi dari itik liar yang hidup di rawa-rawa serta sungai di India bagian Selatan, Banglades, dan Asia Tenggara, kecuali Filipina. Di Indonesia, White-winged Wood Duck liar masih bisa dijumpai di Taman Nasional Way Kambas di pulau Sumatera. Disebut White-winged Wood Duck, sebab itik ini berbulu sayap putih, namun ketika bangsa Eropa menjumpainya, dianggap mirip dengan itik Wood Duck (Aix sponsa). Wood Duck adalah itik liar dari Amerika, yang masih satu genus dengan itik mandarin (Mandarin duck, Aix galericulata).
Domestifikasi White-winged Wood Duck, sebagai itik manila, sebenarnya baru terjadi pada jaman kolonial. Sebab pada jaman kerajaan Hindu, dan Budha, yang dikembangkan sebagai itik penghasil telur adalah Indian Runers, yang masuk genus Anas. Genus Anas sendiri terdiri dari atas 40 sd. 50 spesies. Sekarang, itik manila White-winged Wood Duck, bisa dijumpai dipelihara dimasyarakat, dengan ciri bulu leher dan kepalanya kombinasi hitam dan putih, bulu sayap putih, dan bulu lainnya hitam. Karena White-winged Wood Duck kadang-kadang dipelihara bersama Barbary Duck, sering terjadi kawin campur. Itik manila yang banyak dipelihara di Jawa dan Sumatera, banyak yang merupakan persilangan antara Barbary Duck dengan White-winged Wood Duck.
# # #
Di Jawa, itik manila mempunyai tiga fungsi ekonomis sekaligus. Pertama sebagai unggas penghasil daging. Di banyak desa di Jawa, memotong itik manila pada hari raya atau hajatan, dianggap lebih prestisius dibanding dengan memotong ayam. Sebab harga itik manila jantan, jauh lebih tinggi dibanding dengan harga ayam jago. Itik manila jantan bobot 1 kg. yang bulunya belum tumbuh sempurna, sering dipotong dan dimasak opor. Meskipun di kalangan masyarakat tertentu daging itik manila sangat disukai, namun sebagian masyarakat kita tidak tidak menyukainya. Alasannya, daging itikmanila lebih amis dibanding dengan daging itik biasa.
Bau amis ini sebenarnya mudah sekali dihilangkan dengan merendamnya 10 menit dalam larutan jeruk nipis, cuka  dan garam. Sekitar dua dekade belakangan ini, populer istilah tiktok. Ini merupakan kependekan dari itik-entok. Tiktok adalah silangan antara itik biasa dengan itik manila. Itik jantan maupun itik betina hasil silangan antar spesies ini, selalu mandul. Hingga fungsinya hanya untuk digemukkan sebagai itik pedaging. Sebenarnya, sudah lama masyarakat di Jawa senang menyilangkan itik biasa dengan itik manila, untuk digemukkan sebagai itik pedaging. Namun tiktok baru populer sekitar 20 tahun belakangan.
Menurut para penggemar tiktok, rasa daging itik silangan ini lebih enak dibanding itik manila maupun itik biasa. Permintaan pasar tiktok, terutama dari restoran chinese food, sebanarnya sangat tinggi. Namun pasokannya yang justru terbatas. Selain sebagai penghasil daging, itik manila juga dipelihara untuk diambil bulu sayapnya, sebagai bahan industri shuttle-cock (bola bulutangkis). Meskipun itik manila hanya dipelihara dalam jumlah terbatas, namun populasi pemeliharanya sangat besar. Hingga selalu ada pedagang pengumpul, yang berkeliling kampung untuk mengumpulkan bulu sayap bahan shuttle-cock ini, kemudian disetor ke pabrik.
Yang bisa diambil bulu sayapnya, hanya terbatas pada itik manila jantan. Sebab itik manila betina, bulu kualitas bulu sayapnya tidak sebaik itik manila jantan. Meskipun itik manila Barbary Duck, maupun White-winged Wood Duck, berbulu hitam, namun bulu sayapnya selalu putih. Selain itik manila bahan shuttle-cock juga barasal dari itik peking (itik pedaging) yang berbulu putih seluruhnya. Fungsi paling penting dari itik manila adalah sebagai pengeram (penetas) telur itik. Itik petelur Indian Runers, sama sekali tidak bisa mengerami telur mereka. Sebelum mesin tetas berenergi minyak tanah maupun listrik digunakan, para peternak biasa menetaskan telur itik biasa dengan cara dierami oleh ayam dan itik manila.
# # #
Itik manila digunakan sebagai penetas, karena daya tampungnya cukup besar dibanding ayam. Di Bali dan Kalimantan Selatan, telur itik ditetaskan dengan keranjang berisi sekam. Meskipun mesin tetas listrik kapasitas besar sudah banyak dioperasikan, peternak di Bali dan Kalsel masih tetap menggunakan keranjang dan sekam untuk menetaskan telur itik. Di pedalaman Jawa, juga masih banyak peternak yang menetaskan telur itik biasa dengan dititipkan ke itik manila. Meskipun ada perbedaan jangka waktu penetasan antara ayam, itik biasa dan itik manila. Ayam mengerami telur selama 21 hari. Itik biasa 28 hari, sementara itik manila 35 hari.
Penitipan telur itik biasa ke ayam, akan mengakibatkan pengeraman diperpanjang selama tujuh hari. Sementara penitipan itik biasa pada itik manila, mengakibatkan pengeraman diperpendek tujuh hari. Kalau ayam hanya mampu bertelur dan mengerami antara 8 sd. 10 butir, maka itik manila mampu bertelur dan mengerami antara 10 sd. 15 butir. Penitipan telur itik biasa ke ayam, selain mengakibatkan energi induk terkuras, juga akan menimbulkan kesulitan tersendiri dalam pengasuhan selanjutnya. Ketika anak-anak itik masuk ke perairan untuk berenang, maka induk ayam akan berisik karena mencemaskan anak-anaknya. Hingga paling ideal adalan menitipkannya ke itik manila.
Selain beberapa kelebihan ekonomis tadi, itik manila juga terkenal bendel terhadap penyakit. Kalau itik biasa sudah dikenal bandel terhadap penyakit unggas, maka itik manila jauh lebih bendel lagi. Pola peternakan itik manila sebagai penghasil daging, bahan shuttle-cock dan penetas telur, merupakan sesuatu yang alami. Pakan itik manila juga hanya biji-bijian dan umbi-umbian, dengan sesekali diseling serangga dan limbah ikan. Masyarakat pedesaan hanya memelihara unggas ini dengan pakan dedak, nasi sisa dan selanjutnya diliarkan untuk merumput, mencari serangga dan cacing. Pola peternakan yang alami ini merupakan salah atu jawaban atas wabah flu burung yang melanda dunia perunggasan.

Sumber: http://foragri.wordpress.com/2011/05/02/produksi-daging-itik-manila-secara-alami/

Jumat, 24 Agustus 2012

Download Ebook Gratis Agrobisnis Peternakan dan Perikanan



      Sumber : www.warintek.ristek.go.id

Kamis, 23 Agustus 2012

Peluang Bisnis Beternak Puyuh

Sebagian besar masyarakat Indonesia pasti sudah menikmati sedapnya telur puyuh. Jenis unggas yang dikenal sebagai Gemak merupakan jenis burung yang tidak dapat terbang, ukuran tubuh relatif kecil, berkaki pendek dan dapat diadu. Sedangkan di Indonesia puyuh mulai dikenal, dan diternak semenjak akhir tahun 1979. Selain dapat dinikmati telur dan dagingnya, banyak yang sudah memanfaatkan bulu burung puyuh ini sebagai bahan aneka kerajinan. Satu manfaat lagi yang diperoleh dari ternak burung puyuh ini adalah kotoran yang dihasilkan dimanfaatkan sebagai pupuk kandang ataupun kompos. Burung puyuh cukup mudah dibudidayakan. Dengan tingkat kebutuhan pasar yang tinggi menjadikan budidaya burung puyuh ini sebagai peluang usaha yang menjanjikan. Sebagai informasi berikut klasifikasi burung puyuh dalam ilmu biologi: Kelas : Aves (Bangsa Burung) Ordo : Galiformes Sub Ordo : Phasianoidae Famili : Phasianidae Sub Famili : Phasianinae Genus : Coturnix Species : Coturnix-coturnix Japonica Mengawali sebuah usaha, dalam hal ini budidaya burung puyuh, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan. Hal pertama yang harus dipersiapkan adalah menentukan lokasi budidaya. Ada beberapa kriteria dalam penentuan lokasi peternakan puyuh antara lain :  Lokasi jauh dari keramaian dan pemukiman penduduk  Lokasi mempunyai strategi transportasi, terutama jalur sapronak dan jalurj alur pemasaran  Lokasi terpilih bebas dari wabah penyakit  Bukan merupakan daerah sering banjir  Merupakan daerah yang selalu mendapatkan sirkulasi udara yang baik. TEKNIS BUDIDAYA BURUNG PUYUH Yang perlu diperhatikan oleh peternak sebelum memulai usahanya, adalah memahami 3 (tiga) unsur produksi usaha perternakan yaitu bibit/pembibitan, pakan (ransum) dan pengelolaan usaha peternakan. Secara rinci akan kita bahan lebih lanjut satu persatu. Tahapan berikutnya setelah kita mendapatkan lokasi usaha yang mendukung adalah persiapan dan pelaksanaan teknis budidaya burung puyuh itu sendiri. I. Penyediaan Sarana dan Peralatan A. Persiapan kandang Untuk budidaya burung puyuh, persyaratan kandang yang baik perlu diperhatikan adalah temperatur kandang yang ideal atau normal berkisar 20-25 derajat C; kelembaban kandang berkisar 30-80%; penerangan kandang pada siang hari cukup 25- 40 watt, sedangkan malam hari 40-60 watt (hal ini berlaku untuk cuaca mendung/musim hujan). Tata letak kandang sebaiknya diatur agar sinar matahari pagi dapat masuk kedalam kandang. Sehingga kondisi kandang tidak lembab. Dalam mempersipkan kandang burung puyuh ini, kita mempunyai 2 alternatif yang biasa diterapkan peternak puyuh, yaitu sistem litter (lantai sekam) dan sistem sangkar (batere). Sedangkan ukuran kandang yang digunakanumumnya untuk 1 m2 dapat diisi 90-100 ekor anak puyuh, selanjutnya menjadi 60 ekor untuk umur 10 hari sampai lepas masa anakan. Terakhir menjadi 40 ekor/m2 sampai masa bertelur. Ada beberapa tahapan dalam budidaya burung puyuh. Masing-masing tahapan idealnya memerlukan persiapan kandang yang sesuai, yaitu :  Kandang untuk induk pembibitan Kandang ini berpegaruh langsung terhadap produktifitas dan kemampuan menghasilkan telur yang berkualitas. Besar atau ukuran kandang yang akan digunakan harus sesuai dengan jumlah puyuh yang akan dipelihara. Idealnya satu ekor puyuh dewasa membutuhkan luas kandang 200 m2.  Kandang untuk induk petelur Kandang ini berfungsi sebagai kandang untuk induk pembibit. Kandang ini mempunyai bentuk, ukuran, dan keperluan peralatan yang sama. Kepadatan kandang lebih besar tetapi bisa juga sama.  Kandang untuk anak puyuh/umur stater(kandang indukan) Jenis kandang ini merupakan kandang bagi anak puyuh pada umur starter, yaitu mulai umur satu hari sampai dengan dua sampai tiga minggu. Kandang ini berfungsi untuk menjaga agar anak puyuh yang masih memerlukan pemanasan itu tetap terlindung dan mendapat panas yang sesuai dengan kebutuhan. Sebaiknya kandang ini perlu dilengkapi alat pemanas. Biasanya ukuran yang sering digunakan adalah lebar 100 cm, panjang 100 cm, tinggi 40 cm, dan tinggi kaki 50 cm. (ukuran ini cukup memuat 90-100 ekor anak puyuh).  Kandang untuk puyuh umur grower (3-6 minggu) dan layer (lebih dari 6 minggu) Jenis kandang berikutnya, bentuk, ukuran maupun peralatannya sama dengan kandang untuk induk petelur. Alas kandang biasanya berupa kawat ram. B. Kelengkapan kandang Perlengkapan yang diperlukan dalam kandang berupa tempat makan, tempat minum, tempat bertelur dan tempat obat-obatan. II. Penyediaan Bibit Seperti sudah diainggung diatas, penyediaan bibitmerupakan tahapan yang penting dalam budidaya burung puyuh. Pemilihan bibit burung puyuh disesuaikan dengan tujuan pemeliharaan, ada 3 (tiga) macam tujuan pemeliharaan burung puyuh, yaitu: 1. Untuk produksi telur konsumsi, dipilih bibit puyuh jenis ketam betina yang sehat atau bebas dari kerier penyakit. 2. Untuk produksi daging puyuh, dipilih bibit puyuh jantan dan puyuh petelur afkiran. 3. Untuk pembibitan atau produksi telur tetas, dipilih bibit puyuh betina yang baik produksi telurnya dan puyuh jantan yang sehat yang siap membuahi puyuh betina agar dapat menjamin telur tetas yang baik. III. Pemeliharaan Setelah kita dapatkan bibit yang baik, selanjutnya yang perlu mendapatkan perhatian adalah pemeliharaan puyuh, meliputi :  Kebersihan/Sanitasi dan Tindakan Preventif Untuk menjaga timbulnya penyakit pada pemeliharaan puyuh kebersihan lingkungan kandang dan vaksinasi terhadap puyuh perlu dilakukan sedini mungkin.  Pengontrolan Penyakit Pengontrolan penyakit dilakukan setiap saat dan apabila ada tanda-tanda yang kurang sehat terhadap puyuh harus segera dilakukan pengobatan sesuai dengan petunjuk dokter hewan atau dinas peternakan setempat atau petunjuk dari Poultry Shoup.  Pemberian Pakan Pemberian pakan merupakan faktor yang penting dalam keberhasilan beternak burung puyuh dengan hasil yang maksimal. Ransum (pakan) yang dapat diberikan untuk puyuh terdiri dari beberapa bentuk, yaitu: bentuk pallet, remah-remah dan tepung. Karena puyuh yang suka usil memtuk temannya akan mempunyai kesibukan dengan mematukmatuk pakannya. Pemberian ransum puyuh anakan diberikan 2 (dua) kali sehari pagi dan siang. Sedangkan puyuh remaja/dewasa diberikan ransum hanya satu kali sehari yaitu di pagi hari. Untuk pemberian minum pada anak puyuh pada bibitan diberikan terus-menerus.  Pemberian Vaksinasi Pada umur 4-7 hari puyuh di vaksinasi dengan dosis separo dari dosis untuk ayam. Vaksin dapat diberikan melalui tetes mata (intra okuler) atau air minum (peroral). HAMA DAN PENYAKIT Seperti usaha pada umumnya, budidaya burung puyuh ini mengalami beberapa hambatan, umumnya serangan hama maupun penyakit. Untuk pencegahan ada baiknya kita mengetahui jenis-jenis hama ataupun penyakit yang sering menyerang unggas ini. 1) Radang usus (Quail enteritis) Penyebab: bakteri anerobik yang membentuk spora dan menyerang usus, sehingga timbul pearadangan pada usus. Gejala: puyuh tampak lesu, mata tertutup, bulu kelihatan kusam, kotoran berair dan mengandung asam urat. Pengendalian: memperbaiki tata laksana pemeliharaan, serta memisashkan burung puyuh yang sehat dari yang telah terinfeksi. 2) Tetelo (NCD/New Casstle Diseae) Gejala: puyuh sulit bernafas, batuk-batuk, bersin, timbul bunyi ngorok, lesu, mata ngantuk, sayap terkulasi, kadang berdarah, tinja encer kehijauan yangspesifik adanya gejala “tortikolis”yaitu kepala memutar-mutar tidak menentu dan lumpuh. Pengendalian:  menjaga kebersihan lingkungan dan peralatan yang tercemar virus, binatang vektor penyakit tetelo, ayam yang mati segera dibakar/dibuang  pisahkan ayam yang sakit, mencegah tamu masuk areal peternakan tanpa baju yang mensucihamakan/ steril serta melakukan vaksinasi NCD. Sampai sekarang belum ada obatnya. 3) Berak putih (Pullorum) Penyebab: Kuman Salmonella pullorum dan merupakan penyakit menular. Gejala: kotoran berwarna putih, nafsu makan hilang, sesak nafas, bulu-bulu mengerut dan sayap lemah menggantung. Pengendalian: sama dengan pengendalian penyakit tetelo. 4) Berak darah (Coccidiosis) Gejala: tinja berdarah dan mencret, nafsu makan kurang, sayap terkulasi, bulu kusam menggigil kedinginan. Pengendalian: menjaga kebersihan lingkungaan, menjaga litter tetap kering; dengan Tetra Chloine Capsule diberikan melalui mulut; Noxal, Trisula Zuco tablet dilarutkan dalam air minum atau sulfaqui moxaline, amprolium, cxaldayoco 5) Cacar Unggas (Fowl Pox) Penyebab: Poxvirus, menyerang bangsa unggas dari semua umur dan jenis kelamin. Gejala: imbulnya keropeng-keropeng pada kulit yang tidak berbulu, seperti pial, kaki, mulut dan farink yang apabila dilepaskan akan mengeluarkan darah. Pengendalian: vaksin dipteria dan mengisolasi kandang atau puyuh yang terinfksi. 6) Quail Bronchitis Penyebab: Quail bronchitis virus (adenovirus) yang bersifat sangat menular. Gejala: puyuh kelihatan lesu, bulu kusam, gemetar, sulit bernafas, batuk dan bersi, mata dan hidung kadang-kadang mengeluarkan lendir serta kadangkala kepala dan leher agak terpuntir. Pengendalian: pemberian pakan yang bergizi dengan sanitasi yang memadai. 7) Aspergillosis Penyebab: cendawan Aspergillus fumigatus. Gejala: Puyuh mengalami gangguan pernafasan, mata terbentuk lapisan putih menyerupai keju, mengantuk, nafsu makan berkurang. Pengendalian: memperbaiki sanitasi kandang dan lingkungan sekitarnya. 8) Cacingan Penyebab: sanitasi yang buruk. Gejala: puyuh tampak kurus, lesu dan lemah. Pengendalian: menjaga kebersihan kandang dan pemberian pakan yang terjaga kebersihannya. PEMANENAN Tahapan yang paling ditunggu oleh seorang pengusaha adalah saat pemanenan. Seperti telah didisinggung diatas, ada beberapa manfaat yang dapat diambil dari budidaya burung puyuh ini, yaitu :  Hasil Utama Pada usaha pemeliharaan puyuh petelur, yang menjadi hasil utamanya adalah produksi telurnya yang dipanen setiap hari selama masa produksi berlangsung.  Hasil Tambahan Sedangkan yang merupakan hasil tambahan antara lain berupa daging afkiran, tinja untuk pupuk kandang serta bulu puyuh sebagai bahan baku kerajinan tangan. Tunggu apalagi, satu jenis usaha, budidaya burung puyuh, beragam hasil yang didapat. Selamat menjadi pengusaha ! Sumber: http://binaukm.com/2011/04/peluang-usaha-budidaya-puyuh/

Kamis, 05 Januari 2012

Inilah OBAT KANKER Paling AMPUH yang DIRAHASIAKAN Bertahun-tahun


Sumber: http://id.shvoong.com/ , uniqpost.com
Selama ini kita tahu bahwa kanker hanya bisa diobati dengan terapi kemo. Namun tampaknya persepsi ini harus dihapus dan dibuang sejauh-jauhnya. Kenapa? Karena sebenarnya ada obat alami untuk membunuh sel kanker yang kekuatannya SEPULUH RIBU KALI LIPAT lebih ampuh dibanding terapi kemo. Obat alami ini adalah buah yang familiar dengan orang Indonesia.
Salah satu perusahaan Dunia yang dapat menemukan obat kanker berbahan pohon Garviola menutup rapat-rapat penemuannya.

Ya, obat tersebut adalah berasal dari pohon Graviola-di Brazil. Sedang di negri kita ya pohon sirsak. Tentu tak asing bukan dengan pohon berduri lunak, berdaging buah berwarna putih, dengan rasa manis-manis asam ini!

Khasiat buah ini
- memberikan effek antitumor atau kanker yang sangat kuat. Terbukti secara medis mampu menyembuhkan segala jenis kanker.
- antibakteri dan antijamur,
- efektif melawan berbagai jenis parasit atau cacing,
- menurunkan tekanan darah tinggi, depresi, stres dan menormalkan kembali sistem syaraf yang kurang baik.

Riset telah membuktikan:
- menyerang sel kanker dengan aman dan efektif secara alami, tanpa rasa mual, muntah, rambut rontok seperti yang dialami dalam terapi kemo
- melindungi sistem kekebalan tubuh dan mencegah dari infeksi yang mematikan.
- pasien merasakan lebih kuat, lebih sehat selama proses perawatan atau penyembuhan.
- energi meningkat dan penampilan fisik membaik.

Di bawah Undang-Undang Federal, sumber bahan alami untuk obat DILARANG / TIDAK BISA DIPATENKAN.

Perusahaan terbentur oleh undang-undang tersebut, padahal dana yang dikeluarkan tak terbatas untuk risetnya. Perusahaan hanya bisa gigit jari. Riset pun dihentikan dan proyek ditutup dan hasil riset tidak dipublikasikan.

Setelah 7 tahun tidak ada berita tentang Graviola, berita pun pecah. Sebelumnya ada seorang ilmuwan tim riset ada yang berani mengorbankan karirnya dan menghubungi prusahaan yang bisa mengumpulkan bahan-bahan alami dari hutan Amazon untuk pembuatan obat.


Kalau dipikir, seorang ilmuwan meski secara keilmuannya dia unggul, di sisi lain ia mesti kalah atau mengalah dengan sistem yang berlaku meski secara kemanfaatannya, penemuannnya itu dibutuhkan dan dinantikan oleh orang banyak!! Begitulah, di dunia ini kerap uang menentukan segalanya! Masalahnya, kini kita semuanya butuh uang meski dengan uang tidak serta merta menyelesaikan segalanya juga !!

Pencegahan: disarankan untuk makan atau minum jus sirsak.
Penyembuhan:
- 10 daun sirsak tua,
- rebus dengan 3 gelas air, hingga tersisa 1 gelas.
- minumkan pada penderita 2 kali sehari.
- Efeknya, badan terasa panas mirip dengan kemoterapi.
- dua minggu kemudian silahkan cek ke dokter (ketika sebelum minumpun sebaiknya cek juga, agar bisa dibandingkan antara sebelum dan sesudah minum).
Daun sirsak sifatnya seperti kemoterapi bahkan lebih hebat lagi karena membunuh sel-sel yang abnormal dan membiarkan sel yang normal tumbuh.

Tidak ada salahnya mengabarkan informasi tersebut bagi keluarga atau khalayak yang bermasalah. Namun janganlah mudah mempercayai obat yang mengklaim mengandung sirsak. Lebih baik langsung makan dan minum jus sirsak segar saja! Sedikit kerja tentu tak seberapa dibanding dengan kalau sudah mengidap penyakit, tentu akan lebih berat dan susah bukan.

KASIAT BUAH SIRSAK UNTUK KESEHATAN (PENJINAK KANKER,DIABETES,HIPERTENSI)

Sumber: Doni Purnomo ( smartzone )
Khasiat buah sirsak: Penjinak Kanker, Melibas Diabetes, Sumber Serat Alami, Menjaga Awet Muda, Mencegah Hipertensi

Sirsak adalah tumbuhan yang berasal dari Karibia, Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Nama sirsak sendiri berasal dari bahasa Belanda yaitu Zuurzak (kantung yang asam).  Di indonesia sendiri ada bermacam-macam sebutan bagi buah ini. Buah sirsak banyak ditemukan di Indonesia, ciri khas buah sirsak adalah buahnya yang berduri seperti durian namun tidak tajam, kulitnya berwarna hijau cerah dan memiliki biji seperti sawo. Buah sirsak biasanya dimanfaatkan untuk jus buah ataupun hanya dimakan saja. Dari penelitian para ilmuwan, buah sirsak sangat bagus untuk menjaga serta mengatasi gangguan kesehatan antara lain:

Penjinak Kanker
Berdasarkan penelitian buah sirsak mengandung senyawa asetogenin. Ini adalah senyawa yang spesifik terkandung dalam tanaman suku Annonaceae, yang khasiatnya erat berkaitan dengan aktivitas anti tumor, anti bakteri dan insektisida. Dalam penelitian lain  asetogenin yang terkandung di dalam sirsak juga bisa dipakai untuk menghantam sel kanker usus, pankreas, ovarium, usus besar, payudara, liver, serviks.

Melibas Diabetes
Sebuah penelitian yang dilakukan untuk membuktikan mekanisme kerja antidiabetes ekstrak daun sirsak membuktikan terdapatnya regenerasi sel islet pada kelenjar pankreas hewan percobaan tikus. Hasil itu memberikan harapan, pemakaian ekstrak daun dapat memperbaiki fungsi kelenjar sebagai penghasil insulin yang diperlukan penderita diabetes.

Sumber Serat Alami
Buah sirsak mengandung banyak serat pangan (dietary fiber), yaitu mencapai 3,3 g/100 g daging buah. Konsumsi 100 g daging buah dapat memenuhi 13 persen kebutuhan serat pangan sehari sehingga dapat memperlancar pencernaan, terutama untuk pengobatan sembelit (susah buang air besar).

Menjaga Awet Muda
Vitamin yang paling dominan pada buah sirsak adalah vitamin C, yaitu sekitar 20 mg per 100 gram daging buah. Kebutuhan vitamin C per orang per hari (yaitu 60 mg), telah dapat dipenuhi hanya dengan mengonsumsi 300 gram daging buah sirsak. Kandungan vitamin C yang cukup tinggi pada sirsak merupakan antioksidan yang sangat baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan memperlambat proses penuaan (tetap awet muda).

Mencegah Osteoporosis
Mineral yang terkandung cukup dominan dalam buah sirsak adalah fosfor dan kalsium, masing-masing sebesar 27 dan 14 mg/100 g. Kedua mineral tersebut penting untuk pembentukan massa tulang, sehingga berguna untuk membentuk tulang yang kuat serta menghambat osteoporosis.

Mencegah Hipertensi
Kelebihan lain buah sirsak adalah terletak pada kadar sodium (natrium) yang rendah (14 mg/100 g) tetapi tinggi potasium (kalium), yaitu 278 mg/l00 g. Perbandingan kalium dan natrium yang tinggi sangat menguntungkan dalam rangka pencegahan penyakit hipertensi.

Peluang Bisnis Ternak Entok / Itik Manila

 
                               Gambar: www.fakih.com
Sumber: www.agrina-online.com

Walaupun masih bersifat usaha sampingan, beternak entok menjanjikan keuntungan.
Tegal memang terkenal sebagai sentra produksi itik, terutama petelur. Namun, seiring meningkatnya permintaan akan itik pedaging dari berbagai kota, Kelompok Ternak Tani Itik (KTTI) Kemiri Barat, Tegal, Jateng, melakukan diversifikasi usaha dengan mengembangkan ternak entok (Chairina moschata).
Menurut Bambang Haryo Wicaksono, Ketua KTTI Kemiri Barat, walaupun masih sampingan, usaha ternak entok sangat menjanjikan bagi peternak itik. “Dengan membudidayakannya selama 90 hari akan memberikan keuntungan tambahan,” ungkapnya. Buktinya, ia dapat mengantongi keuntungan bersih Rp2 juta dari 200 ekor entok yang dipeliharanya selama 3 bulan.
“Melihat hasil itu, saya akan menambah populasi pada periode selanjutnya. Memang ternak ini merupakan tabungan, tapi harus dikelola dengan baik agar tetap menguntungkan,” ujar Bambang yang sudah mencoba beternak entok selama empat periode.

Irit Pakan
Bambang mengawali usaha budidaya entok dengan membangun kandang sederhana yang menghabiskan Rp450 ribu dan membeli anak entok umur sehari (day old duck-DOD) seharga  Rp3.000 per ekor. “Saat ini kita mengusahakan sendiri bibitnya agar suplai dan kualitas DOD yang akan kita pelihara terjamin,” ungkapnya.
Selama masa pemeliharaan, entok mudah dikontrol. Hanya pada umur 1—21 hari saja yang harus dipantau secara rutin karena fase ini sangat rawan mati. Jika berhasil melewati fase tersebut, jumlah kematian di bawah 10%.
Selain itu, biaya pakan entok juga tidak terlalu besar, cuma mencapai Rp150/hari/ekor. Bila dibandingkan biaya pakan itik yang menghabiskan Rp280/hari/ekor, maka biaya pakan entok jelas lebih murah. Dilihat dari aroma dagingnya, daging entok pun relatif kurang tajam daripada aroma daging itik meskipun dengan pengelolaan sederhana.

Permintaan Tinggi
Pasar entok, masih menurut Bambang, cukup besar. Meski ia tidak dapat menunjukkan angka pasti, yang jelas, KTTI Kemiri Barat masih kewalahan dalam memenuhi permintaan dari rumah makan yang menyajikan menu bebek atau entok di kota Tegal saja. Belum lagi permintaan dari para pedagang, masih banyak yang tidak mampu mereka layani. Karena itu, kelompok peternak tersebut belum memasok ke pasar Jakarta. Selain dari Tegal, permintaan juga ada dari Karawang, Cirebon, dan Brebes.
Harga pasaran entok cukup tinggi. Harga per ekor paling rendah mencapai Rp25.000. Bila mendekati hari raya, harga bisa terdongkrak sampai Rp30.000—Rp40.000 per ekor. Lebih tinggi lagi pasaran entok jantan umur dua bulan, sekitar Rp50.000 per ekor.
Entok-entok itu dipasarkan pada ukuran 2,6—3 kg untuk yang jantan, sedangkan yang betina berbobot 1,5—1,9 kg.
Saat ini, KTTI Kemiri Barat melibatkan 400 peternak aktif untuk mengembangkan budidaya itik dan entok dengan pola intensif. Hal ini memang tidak wajib bagi anggota. “Jika peternak merasa tidak mampu, mereka masih diperbolehkan dengan pola tradisional saja, tapi skala 50—60 ekor juga sudah intensif,” ungkap Bambang. Sejauh ini jumlah populasi entok di kelompok tani juara nasional 2006 ini baru mencapai 700—1.000 ekor per periode.

Yan Suhendar


Analisis Usaha Tani Budidaya Entok Pedaging


Peruntukan Jumlah Biaya
Biaya Kandang Sederhana 200 ekor  Rp    500.000

Biaya DOD 200 ekor x Rp3.500           Rp    750.000

                      

Biaya Pakan :
1.  Pakan voer ayam (1—15 hari ) 
    15 hari x 3 kg x Rp4.000                    Rp    180.000


2.  Pakan Ransum (16—90 hari) 
     75 hari x 56 kg x Rp200                    Rp     840.000       


Biaya Obat-obatan                               Rp       50.000   
Biaya Tenaga Kerja                            Rp     150.000 +

                                         Jumlah          Rp  2.470.000


Hasil penjualan 90% dari 200 ekor, 
      yaitu 180 ekor @ Rp25.000           Rp 4.500.000

Pendapatan   (Laba Bersih)              Rp 2.030.000 
Sumber : KTTI Kemiri Barat

Gratis Kartu Debit (ATM) Mastercard dari Amerika

Translate

REKOMENDASI BUKU

Followers

Total Tayangan Halaman

 

Copyright © 2009 by Info Agrobisnis Anda